Pengertian dan Sejarah Musik Band Indie

Musik Indie merupakan kepanjangan dari musik independen dan biasa disebut dengan indie music. Musik indie merupakan musik yang diproduksi secara independen. Artinya karya karya musik yang mereka hasilkan tidak berasal dari label rekaman komersial yang ternama. Oleh karena itu, jenis musik yang mereka hasilkan pun bebas dan tidak tergantung dengan pasar yang sedang berkembang. Para musisi dan band indie pun bebas berkarya menghasilkan album dan lagu sesuai dengan ekspresi mereka dan tidak bergantung pada jenis musik yang sedang tren dan populer di kalangan pecinta musik. Meskipun begitu lagu lagu indie yang mereka bawakan tetap mampu populer dan memiliki komunitas khusus penggemarnya, yang kebanyakan berasal dari pecinta musik underground. Istilah indie juga menjadi nama genre musik untuk mendekripsikan jenis dan aliran musik yang tidak mainstream. Macam macam genre indie antara lain adalah indie rock, indie pop atau metal indie. Berikut akan kami sajikan ulasan mengenai sejarah dan pengertian istilah musik dan band indie selengkapnya.

Pengertian dan Sejarah Musik Band Indie


Musik indie mengharuskan para artis dan musisi untuk memproduksi karya karya mereka sendiri lewat label independen. Asal mula musik indie berasal dari kalangan musik underground di Amerika Serikat dan Inggris. Awalnya para label independen yang ada di dua negara itu kesulitan bersaing dengan label rekaman besar yang sudah populer. Memasuki era punk rock, label independen mulai banyak tumbuh. 

Di era 1980-an, chart tangga lagu indie pun mulai diperkenalkan untuk memberi wadah bagi karya karya indie bersaing. Band band indie pun mulai bermunculan, seperti The Smiths dan Joy Division di era 80-an atau Nirvana dan Radiohead di era 90-an. Musik grunge yang dipopulerkan Nirvana juga merupakan akar dari musik indie di awal 90-an. Sementara band Radiohead sukses menjadi salah satu band indie terbaik berkat musik musik unik dan nyeleneh yang mereka hasilkan. Bahkan pada tahun 2007 mereka merilis album independen In Rainbows dengan memakai sistem pay-what-you-like dimana para pembeli bebas membayar berapapun untuk membeli album mereka.

Memasuki era modern, mulai diperkenalkan download digital melalui iTunes atau situs download lagu lainnya. Hal ini membuat banyak bermunculan band band indie baru. Mereka lebih memilih berekspresi dengan karya karya mereka daripada harus bergabung dengan label rekaman besar yang bisa mengikuti tren musik yang didominasi muik pop, R&B, rock mainstream atau hip hop.

Meski kebanyakan band band mengawali karir mereka sebagai band indie, namun banyak yang kemudian bergabung dengan label rekaman besar. Ini yang kemudian menjadi dilema bagi band band indie yang mulai naik daun. Kepopuleran band band indie tentu mendorong label rekaman besar untuk mengontraknya. Hal ini mungkin akan berdampak pada naiknya popularitas serta naiknya tingkat penjualan komersil mereka. Namun di sisi lain karya karya musik mereka akan dibatasi dan tidak bisa bebas menghasilkan lagu lagu non-maistream yang biasa mereka hasilkan. Beberapa eks band indie yang kemudian sukses dengan label rekaman ternama antara lain adalah Muse, Coldplay, Keane atau The Killers.

Istilah indie pun sudah menjadi istilah sebuah genre musik, untuk menyebut jenis aliran musik yang tidak mainstream dan berbeda. Subgenre musik indie antara lain adalah indie rock, indie pop dan indie metal. Indie rock merupakan genre favorit di kalangan band band indie. Musik indie rock merupakan akar dari musik alternative rock. Indie rock makin populer di era 2000-an dengan munculnya band band indie sukses seperti Arctic Monkeys, The Strokes atau The White Stripes. Setelah tahun 2010, perkembangan musik indie pun kian pesat hingga sekarang.


-MuseumMusik-

Suka dengan artikel ini? bagikan

FacebookGoogle+ Twitter

1 komentar:

Artikel Musik Terbaru