22 Jenis-Jenis Musik Jazz yang Terkenal (Swing, Fusion, Groove, dll)

Jenis-jenis musik jazz - Musik jazz merupakan salah satu genre musik populer di dunia. Genre ini kini bisa dibilang sudah menyebar secara global. Musik jazz juga memiliki banyak komunitas khusus penggemar dan tidak kalah dengan genre-genre musik populer yang memiliki penggemar fanatik seperti musik rock, pop, R&B, metal atau blues. Meski begitu banyak daftar lagu jazz barat terpopuler yang ada dan digemari oleh para penggemar jenis musik jazz.

Jazz memang memiliki warna musik yang lain dari genre musik mainstream lainnya. Alunan nada dan irama dalam musik jazz memang cenderung lebih pelan. Namun justru itu yang membuat musik jazz menjadi lebih mudah dinikmati. Hal tersebut dikarenakan lagu lagu jazz yang sangat easy listening di telinga para pecinta musik.

Dalam sejarahnya, jazz berkembang cukup cepat hingga menjadi genre musik populer seperti saat ini. Lagu lagu dan album jazz terbaru terus bermunculan dan beberapa menjadi hits internasional di beberapa tangga lagu dunia. Musisi jazz barat pun banyak bermunculan dari seluruh dunia, termasuk juga musisi jazz Indonesia, baik berupa grup band atau penyanyi solo.

Beberapa Contoh penyanyi jazz terbaik yang dikenal antara lain adalah Louis Armstrong, Miles Davis dan Charlie Parker. Jazz sendiri secara garis besar memiliki beberapa macam dan jenis aliran yang berbeda yang dibedakan berdasarkan karakteristik yang terdapat di dalamnya, baik dari segi vokal, instrumen, nada, warna musik, geografis hingga sejarahnya.

Beberapa aliran jazz mampu menjadi favorit bagi masyarakat pecinta musik jazz misalnya seperti bebop, groove, swing dan fusion jazz. Lalu apa sajakah jenis-jenis musik jazz yang ada? Berikut ini akan kami tampilkan info mengenai macam macam dan jenis jenis musik jazz lengkap beserta penjelasannya berdasarkan karakteristik dan ciri-ciri musik jazz.

Sejarah dan Macam Aliran Musik Jazz

22 Jenis-Jenis Musik Jazz


1. Groove

Groove merupakan salah satu jenis musik jazz yang sering disebut sebagai of-shoot of Soul Jazz. Groove sering menggunakan tone-tone dari musik blues dengan fokus terutama pada rhytms. Musik ini bernuansa gembira dan sering menyentuh emosi pendengarnya untuk dance. Improvisasi solo jarang digunakan dan lebih mengandalkan musik kolektif.

2. Swing

Tahun 1930-an menjadi awal kemunculan swing. Karakteristik swing yang utama adalah adanya robust dan invigorating. Swing juga sering dikaitkan musik dance yang kerap mengimprovisasi melodi utamanya.

3. Fusion Jazz

Aliran musik fusion jazz ini merupakan campuran antara jazz improvisation dengan energi dan rhytm dari musik rock. Walaupun demikian, terkadang pencampuran ini sering dianggap merupakan bagian dari musik rock dan bukan jazz. Fusion jazz pun cukup populer sampai era musik modern.

4. Ragtime

Ragtime menjadi cikal bakal musik jazz. Aliran musik ini memiliki beat dan nada yang menyerupai musik asli Afrika. Ragtime pun memiliki beberapa ciri-ciri khas yang dapat dikenali seperti ketukan dan tempo yang cepat dan antusiase.

5. Bossa Nova

Aliran musik bossa nova cukup unik karena merupakan campuran dari West Coast Cool, European Classical Harmonies dan Rhytm Samba Brasil. Karena itu bossa nova juga sering disebut dengan nama Brasillian Jazz. Genre musik ini berkembang di Amerika sekitar tahun 1962.

6. Mainstream

Mainstream muncul dari aliran musik jazz yang tidak terlalu mengikat pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Aliran ini sering disebut Modern Mainstream atau Post Bop, dan mempengaruhi aliran musik yang lain seperti Cool Jazz, Classic, dan Hardbop. Mainstream juga sering diklasifikasikan sebagai aliran jazz yang tidak terlalu berhubungan dengan aliran historis dari musik jazz.

7. Soul Jazz

Soul jazz berasal dari pengembangan musik hard bop yang cukup terkenal di awal 1960-an. Ciri-ciri soul jazz adalah improvisasi dengan chord progression sama seperti bebop.

8. Vocalese

Vocalese menjadi jenis musik jazz berikutnya. Aliran musik ini juga sering disebut dengan jazz vokal. Mengkombinasikan lirik dan musik dalam suatu solo instrumental. Dalam aliran vocalese yang lebih difokuskan adalah nyanyian solo diiringi grup musik kecil atau ensembel.

9. Classic Jazz

Genre classic jazz sering juga disebut New Orleans Style. Bentuk asli dari jazz pada akhir 1800-an dan awal 1900-an. Alat musik classic jazz dilengkapi dengan klarinet, saksofon, terompet, trombone, banjo, bass, gitar, drum dan piano. Improvisasi sangat ditekankan dalam permainannya dan aransemen musik dapat berbeda tiap musisi.

10. Hard Bop

Salah satu aliran musik jazz adalah Hard Bop. Aliran musik ini merupakan pengembangan dari bebop. Melodi pada hardbop lebih bernuansa soulful dibandingkan bebop dan terkadang dipengaruhi tema-tema musik R&B dan musik Gospel.

11. Hot Jazz

Jenis musik hot jazz dapat dikenali dengan improviasi solois dan struktur melodi yang khas. Selain itu ciri hot jazz lain biasanya memiliki klimaks yang emosional. Rhythm sectionnya biasanya disertai dengan gitar, bass, banjo, dan drum perlahan-lahan meningkat sehingga mencapai klimaks atau crescendo.

12. Cool Jazz

Cool jazz sering dikatakan sebagai campuran antara musik bebop dan swing jazz. Aliran ini terbentuk akhir 1940-an dan yang merupakan penggabungan bebop dan swing dalam tone yang harmonik dan dinamis. Cool jazz juga dijuluki sebagai West Coast Jazz.

13. Afro-Cuban Jazz

Afro-Cuban jazz juga sering disebut dengan nama Latin Jazz. Merupakan kombinasi dari improvisasi jazz dan rhytm musik latin. Instrumen musik yang digunakan sama dengan instrumen musik jazz pada umumnya, tetapi lebih terpusat pada rhytm section dari instrumen conga, timbale, bongo dan instrumen latin lainnya.

14. Bebop

Bebop pertama berkembang di awal tahun 1940-an. Masih mengandalkan improvisasi, dalam bebop seorang soloist bebas mengeksplorasi kord selama masih dalam struktur kord yang ada. Bebop juga menjadi dasar bagi inovasi-inovasi dari musik jazz.

15. European Jazz

Aliran musik European Jazz berasal dari Prancis dan negara-negara Skandinavia. Seperti Acid Jazz, European Jazz berakar pada musik dance dan mengkombinasikan elemen-elemen house music (musik disco dan funk). Suara yg dihasilkan lebih bernuansa digitaly dan electronicaly dan terasa kontemporer.

16. Kansas Style

Aliran Kansas Style ini lahir pada era tahun 1920-an dan 1930-an. Sesuai namanya, genre musikini berasal dari kota Kansas. Karakteristiknya adalah gaya yang sangat soulful dan blues.

17. Free Jazz

Free jazz kadang disebut juga dengan sebutan Avante Garde. Genre musik ini pun memiliki definisi sesuai namanya, yaitu bermain jazz dengan bebas atau free. Pemain solo dari free jazz bebas bereksperimen terhadap musiknya.

18. Chicago Style

Dinamani Chicago Style karena aliran musik ini tumbuh dari perkembangan musik jazz di kota Chicago. Aliran musik chicago style bisa dikenali dengan aransemen yang inovatif dan harmonis serta teknik pemainnya yang tinggi.

19. Acid Jazz

Acid jazz juga dikenal juga dengan sebutan jazz klub. Aliran musik ini menggabungkan elemen-elemen musik soul, funk, dan disco. Genre ini dikembangkan pada tahun 1980-an dan 1990-an, awalnya pada klub malam di Inggris Selatan.

20. Gypsy Jazz

Pertama kali diperkenalkan oleh musisi jazz asal Perancis, aliran musik gypsy jazz juga sering dipengaruhi oleh musik folk dari Eropa Timur. Aliran Gypsy Jazz juga sering dikenal dengan nama Jazz Manouche. Ciri utamanya adalah languid, seductive feel, yang dikarakteristikkan dengan quirky cadences dan driving rhytms.

21. Smooth Jazz

Smooth jazz adalah salah satu bentuk jazz, sering kali percampuran dengan R&B. Smooth jazz berkembang sebagai bagian dari bentuk jazz fusion, dan cenderung memberi tekanan pada melody dibanding kepada improvisasi.

22. Funk jazz

Funk jazz adalah sebuah aliran musik yang mengandung unsur musik tarian Afrika-Amerika. Umumnya musik funk dapat dikenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, bunyi gitar ritme yang tajam, perkusi yang dominan, pengaruh jazz yang kuat, irama-irama yang dipengaruhi musik Afrika, serta kesan gembira yang didapati saat mendengarnya.

Itu tadi informasi singkat mengenai macam macam musik jazz yang dapat dibedakan menjadi 22 sub-genre. Pembagian aliran jenis-jenis musik jazz tersebut diambil dari berbagai sumber referensi dan literatur yang ada. Banyak musisi dan band jazz baru yang mampu mengembangkan subgenre jazz hingga sudah berada diluar dari subgenre yang telah ada. Meskipun begitu hal itu tidak menjadi masalah selama masih berada dalam batas jazz itu sendiri.

Suka dengan artikel ini? bagikan

FacebookGoogle+ Twitter

0 komentar:

Komentar Pecinta Musik

Artikel Musik Terbaru